Projects


#403 Pemetaan kajian resiko berbasis masyarakat - Desa Gunung Malang, Lombok

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian resiko berbasis masyarakat yang didampingi oleh PMI . Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat desa. program ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di lingkungan pedesaan tertentu di daerah rawan gempa.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#402 Pemetaan kajian resiko berbasis masyarakat - Desa Guntur Macan, Lombok

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian resiko berbasis masyarakat yang didampingi oleh PMI . Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat desa. program ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di lingkungan pedesaan tertentu di daerah rawan gempa.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#401 Pemetaan kajian resiko berbasis masyarakat - Desa Gumantar, Lombok

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian resiko berbasis masyarakat yang didampingi oleh PMI . Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat desa. program ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di lingkungan pedesaan tertentu di daerah rawan gempa.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#400 Pemetaan kajian resiko berbasis masyarakat - Desa Gelangsar, Lombok

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian resiko berbasis masyarakat yang didampingi oleh PMI . Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat desa. program ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di lingkungan pedesaan tertentu di daerah rawan gempa.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#112 Untitled project

Created by Lidya Riska - Updated - Priority: low

#393 Pemetaan Kabupaten Terdampak Banjir Sulawesi Tenggara

BNPB: 5.111 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi Kompas.com - 10/06/2019

KENDARI, KOMPAS.com – Bupati Konawe Utara Ruksamin telah menetapkan status tanggap darurat banjir di wilayah itu selama 14 hari, terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019. Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan antara lain pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah jabatan bupati, evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta mengaktifkan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat. Data BNPB hingga Senin (10/6/2019) menyebutkan, ada 38 desa, 3 kelurahan dan 6 kecamatan yang terendam banjir bandang.

Tak hanya itu, ada 185 rumah warga hanyut, 1.235 unit rumah terendam banjir dan 5.111 jiwa dari 1.420 kepala keluarga mengungsi akibat banjir di wilayah itu. Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 hektare, lahan jagung 83,5 hektare dan lainnya 11 hektare, sedangkan sektor perikanan pada tambak seluas 420 hektare.

Kepala pusat data, informasi dan humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kendala yang masih dihadapi petugas di lapangan adalah arus aliran air masih deras sehingga penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir. Selain itu, minimnya peralatan untuk membantu evakuasi dan penyelamatan di lapangan. Saat ini, kata Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara mendata kerusakan fasilitas umum berupa 3 jembatan putus, 5 masjid dan dua puskesmas serta 3 puskesmas pembantu. Sedangkan fasilitas pendidikan yang terendam banjir ada 5 unit SD dan 3 bangunan SMP dan 3 pasar juga mengalami kondisi yang sama. "BPBD melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar-provinsi di Asera," kata Sutopo dalam rilis persnya.

Sutopo melanjutkan, banjir juga melanda Kabupaten Konawe. Banjir ini juga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan 36 jiwa mengungsi dan 240 terdampak. Bupati Konawe telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 5 Juni hingga 11 Juni 2019. BPBD Kabupaten Konawe telah melakukan upaya penanganan darurat dan pendataan lapangan. BPBD melaporkan 1 orang meninggal, yaitu bayi berusia 4 hari, pada kejadian ini. "BNPB masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut penyebab kematian bayi tersebut," terang Sutopo.

Ia menambahkan, untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik, pihaknya telah mengirimkan bantuan logistik menggunakan pesawat cargo. BNPB mengirim bantuan langsung ke Kendari seberat 1.086 kg senilai Rp 218 juta. "BNPB juga mengaktivasi klaster logistik sehingga mengirimkan bantuan dari Kemensos dan PMI. Bantuan berupa family fit 200 kg, hygiene kit 200 kg, baby kit 200 kg, selimut 400 lembar, jas hujan 100 lembar, rompi 100 unit dan matras 100 lembar," ujar dia. Untuk distributsi logistik ke titik pengungsi dilakukan dengan bantuan satu helikopter milik BNPB.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB: 5.111 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi", https://regional.kompas.com/read/2019/06/10/20581171/bnpb-5111-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi. Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati Editor : Robertus Belarminus

Created by Adhitya Dido - Updated - Priority: urgent

#387 Pemetaan Wilayah Terdampak Gempa Lombok, Maret 2019

Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Minggu (17/3/2019) siang mengakibatkan dua orang meninggal dan ratusan rumah rusak.

Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa yang berpusat di darat pada 20 kilometer (km) arah utara Kota Selong Kabupaten Lombok Timur itu menyebabkan sejumlah rumah roboh.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Minggu (17/3/2019), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut dampak gempa juga menyebabkan dua orang tewas.

"Berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Lombok Timur, dampak gempa telah menyebabkan dua orang meninggal dunia, 44 orang luka-luka, 32 unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan," kata Sutopo.

Dua orang meninggal dunia adalah wisatawan asal Malaysia yang tertimpa material longsoran akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Kabupaten Lombok Utara di bawah kaki Gunung Rinjani.

"Satu korban meninggal sudah diidentifikasi atas nama Tommy (14 tahun) warga Malaysia, sedangkan yang satunya belum dapat diindentifikasi. Korban luka-luka sebanyak 44 orang dimana 36 orang warga Indonesia dan delapan orang WNA Malaysia," kata dia.

Sementara itu sebanyak 36 wisatawan (22 wisatawan dari Malaysia dan 14 wisatawan nusantara) telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu Kelep di Lombok Utara.

Sedangkan sekitar 50 orang lainnya juga berhasil dievakuasi dari Pos 2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman. Mereka adalah tim survei jalur pendakian Gunung Rinjani yang berasal dari TNGR, BPBD NTB, Geopark, Porter, PVMBG.

Saat ini kata Sutopo, penanganan darurat masih dilakukan. BPBD NTB berkoordinasi dengam berbagai pihak seperti TNI, Polri, BMKG, Basarnas, SKPD, Tagana, relawan dan lainnya.

Tim Reaksi Cepat BPBD NTB kata dia juga melakukan kaji cepat dan pendataan dampak gempa. BPBD NTB telah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji, terpal, lauk pauk, matras, mie instan dan telor. Pendataan terus dilakukan.

Sutopo menjelaskan gempa terjadi pada kedalaman 19 km pada pukul 14.07 WIB. Kemudian gempa susulan terjadi pada pukul 14.09 WIB dengan kekuatan 5,1 SR pada kedalaman 10 km.

"BMKG mencatat gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault)," katanya.

https://tirto.id/bnpb-gempa-lombok-timur-mengakibatkan-531-rumah-rusak-djHC

Created by Adhitya Dido - Updated - Priority: high

#129 Untitled project

Created by TGinanjar - Updated - Priority: low

#160 Untitled project

Created by Ridowan - Updated - Priority: low

#35 Untitled project

Pemetaan 136 kabupaten /kota prioritas RPJMN tahun 2015-2019

Created by Asfirmanto Adi - Updated - Priority: low
< 1 2 3 4 .. 28 >

About the Tasking Manager

OSM Tasking Manager is a mapping tool designed and built for the Humanitarian OSM Team collaborative mapping. The purpose of the tool is to divide up a mapping job into smaller tasks that can be completed rapidly. It shows which areas need to be mapped and which areas need the mapping validated.
This approach facilitates the distribution of tasks to the various mappers in a context of emergency. It also permits to control the progress and the homogeinity of the work done (ie. Elements to cover, specific tags to use, etc.).


Questions About Tasks, Mapping or HOT?

If you have any questions about a project, a task or mapping in general please ask on our mailing list: HOT E-Mail List

Or visit us in our IRC Chat Channel, just select #hot from the pop down channel list:
OSM HOT IRC Channel #hot

General inquries and comments are welcomed at: info@hotosm.org