Projects


#390 Pemetaan Desa Terdampak Bencana Kegagalan Bendungan Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah

Salah satu inovasi Pemerintah Indonesia melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) bersama Pemerintah Australia dan Bank Dunia adalah software InaSAFE (Indonesia Scenario Assessment for Emergency) yang dapat digunakan untuk menganalisa dan mensimulasikan skenario kesiapsiagaan bencana. Untuk melakukan analisa tersebut diperlukan data teknis pendukung berbasis spasial. InaSAFE (http://inasafe.org) dimulai dengan tujuan untuk menyediakan alat bagi para manager penanggulangan bencana yang ingin mempelajari potensi dampak dari suatu bencana secara terbuka/open source (GPL license), yang artinya tidak ada biaya lisensi.

InaSAFE dijalankan melalui QGIS (aplikasi sistem informasi geografis desktop yang menyediakan tampilan, penyuntingan, dan analisis data) plugin yang memfasilitasi user untuk menyajikan informasi tentang jumlah aset prakiraan jumlah aset bersiko/terpapar atau terdampak oleh jenis ancaman tertentu, selain itu InaSAFE juga mampu menyajikan informasi prakiraan kebutuhan minimum terhadap populasi terdampak hasil analisis. Informasi yang dihasilkan kemudian ditampilkan dalam bentuk peta, tabel laporan dan daftar periksa tindakan. Oleh karena itu, InaSAFE diharapkan dapat dioptimalkan dan difungsikan dalam penyusunan RTD Bendungan khususnya di bendungan-bendungan DOISP2 yang sedang berjalan.

Bendungan Cengklik merupakan salah satu bendungan yang masuk ke dalam bendungan yang perlu dibuat dokumen RTD atau Rencana Tanggap Darurat oleh Kementerian PU. Mengingat pentingnya data-data pendukung terutama data keterpaparan (exposure) untuk dapat melaksanakan analisis InaSAFE, diperlukan ketersediaan data yang lengkap di sekitar bendungan tersebut. Sampai saat ini, jumlah bangunan yang terpetakan di dalam OpenStreetMap di daerah tersebut masih sedikit, sehingga perlu adanya pemetaan untuk melengkapi data-data tersebut.

Created by Adhitya Dido - Updated - Priority: medium

#376 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Lero - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#375 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Layana - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#374 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Langsat - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#373 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Tipo - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#372 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Petobo - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#371 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Loli Saluran - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#370 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Loli Oge - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#368 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Jono Oge - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#367 Pemetaan Kamp Pengungsi PMI Jambu - Sulawesi Tengah

Pada tanggal 28 September 2018, pukul 17:02:44 WIB telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo 7,4 SR pada koordinat 0.22 LS dan 119.89 BT, dengan kedalaman 11 km, dan berjarak 26 km dari Utara Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa bumi ini memicu terjadinya tsunami di Pantai Talise, Kota Palu, dan Pantai Donggala. Gempa bumi ini telah menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia dan 680 orang hilang (BNPB, 11 Oktober 2018).

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengumpulan data lapang dan melakukan pemotretan udara dengan drone (UAV) untuk beberapa wilayah yang terdampak tsunami. Pemetaan ini bertujuan untuk membantu PMI dan stakeholder lainnya dalam mengelola kamp pengungsi bagi penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium
< 1 2 3 4 5 .. 28 >

About the Tasking Manager

OSM Tasking Manager is a mapping tool designed and built for the Humanitarian OSM Team collaborative mapping. The purpose of the tool is to divide up a mapping job into smaller tasks that can be completed rapidly. It shows which areas need to be mapped and which areas need the mapping validated.
This approach facilitates the distribution of tasks to the various mappers in a context of emergency. It also permits to control the progress and the homogeinity of the work done (ie. Elements to cover, specific tags to use, etc.).


Questions About Tasks, Mapping or HOT?

If you have any questions about a project, a task or mapping in general please ask on our mailing list: HOT E-Mail List

Or visit us in our IRC Chat Channel, just select #hot from the pop down channel list:
OSM HOT IRC Channel #hot

General inquries and comments are welcomed at: info@hotosm.org