Projects


#401 Pemetaan kajian resiko berbasis masyarakat - Desa Gumantar, Lombok

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian resiko berbasis masyarakat yang didampingi oleh PMI . Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat desa. program ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di lingkungan pedesaan tertentu di daerah rawan gempa.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#400 Pemetaan kajian resiko berbasis masyarakat - Desa Gelangsar, Lombok

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian resiko berbasis masyarakat yang didampingi oleh PMI . Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat desa. program ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di lingkungan pedesaan tertentu di daerah rawan gempa.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#399 Pemetaan kajian resiko berbasis masyarakat - Desa Dangiang, Lombok

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian resiko berbasis masyarakat yang didampingi oleh PMI . Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat desa. program ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di lingkungan pedesaan tertentu di daerah rawan gempa.

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#398 Pemetaan Kesiapsiagaan Gempa - Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian yang ada di desa program PMI atas dukungan Palang Merah Amerika (AMRC). Proyek Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat kota. Proyek ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di bawah standar di lingkungan perkotaan tertentu di daerah rawan gempa. Untuk dapat melakukan analisa lebih lanjut dibutuhkan data terkait JALAN (ukuran jalan, luas jalan, nama jalan jika ada), BANGUNAN (rumah tinggal, kantor, embung dsb), ASET MASYARAKAT / PERUSAHAAN / BERSAMA / PEMERINTAH (perkebunan, persawahan, pegunungan, dsb), dan Sungai .

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#397 Pemetaan Kesiapsiagaan Gempa - Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian yang ada di desa program PMI atas dukungan Palang Merah Amerika (AMRC). Proyek Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat kota. Proyek ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di bawah standar di lingkungan perkotaan tertentu di daerah rawan gempa. Untuk dapat melakukan analisa lebih lanjut dibutuhkan data terkait JALAN (ukuran jalan, luas jalan, nama jalan jika ada), BANGUNAN (rumah tinggal, kantor, embung dsb), ASET MASYARAKAT / PERUSAHAAN / BERSAMA / PEMERINTAH (perkebunan, persawahan, pegunungan, dsb), dan Sungai .

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#396 Pemetaan Kesiapsiagaan Gempa - Kelurahan Baros, Sukabumi

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian yang ada di desa program PMI atas dukungan Palang Merah Amerika (AMRC). Proyek Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat kota. Proyek ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di bawah standar di lingkungan perkotaan tertentu di daerah rawan gempa. Untuk dapat melakukan analisa lebih lanjut dibutuhkan data terkait JALAN (ukuran jalan, luas jalan, nama jalan jika ada), BANGUNAN (rumah tinggal, kantor, embung dsb), ASET MASYARAKAT / PERUSAHAAN / BERSAMA / PEMERINTAH (perkebunan, persawahan, pegunungan, dsb), dan Sungai .

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#395 Pemetaan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Salomekko, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

DESKRIPSI KEGIATAN

Bendungan disamping memiliki manfaat yang besar, juga menyimpan potensi bahaya yang besar pula, bendungan yang runtuh akan menimbulkan banjir bandang yang dahsyat sampai jauh ke daerah hilir yang akan mengakibatkan timbulnya banyak korban jiwa dan harta benda serta kerusakan lingkungan yang parah. Untuk itu perlu dilakuakan Rencana Tanggap Darurat untuk mencegah musibah tersebut Bendungan Salomekko merupakan bendungan Urugan Tanah dengan inti kedap yang merupakan bendung dalam wilayah kerja Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, yang terletak di Desa Ulu Balang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan Bendungan Salomekko merupakan salah satu bendungan yang masuk ke dalam bendungan yang perlu dibuat dokumen RTD atau Rencana Tanggap Darurat oleh Kementerian PUPR Direktorat Sumber Daya Air. Mengingat pentingnya data-data pendukung terutama data keterpaparan untuk dapat melaksanakan analisis InaSAFE, diperlukan ketersediaan data yang lengkap di sekitar bendungan tersebut. Sehingga perlu adanya pemetaan untuk melengkapi data-data tersebut.

Created by Adhitya Dido - Updated - Priority: low

#394 Pemetaan Respon Bencana - Gempa Bumi Halmahera Selatan, 7.2 SR (14 Juli 2019)

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi 52 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) di kawasan Halmahera Selatan. Sebanyak 28 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

"Berdasarkan hasil pemantauan sampai 15 Juli 2019 pukul 01.00 WIB, aktivitas gempa susulan itu terjadi dengan magnitudo terbesar 5.8 skala richter (SR) dan magnitudo terkecil 3,1 SR," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

Rahmat Triyono dalam keterangan resmi yang diperoleh CNNIndonesia.com, Senin (15/7).

Sebelumnya, Kabupaten Halmahera Selatan diguncang gempa bumi tektonik berkekuatam 7,2 SR pada Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, tepatnya berada di kedalaman 10 km, berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar.

Guncangan dilaporkan terasa di daerah Obi V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut terjadi di Kecamatan Gane Barat Utara, Timur Selatan, Gane Timur Tengah, Gane Dalam, Gane Barat Selatan, Gane Timur, Halmahera Selatan.

Terkait korban jiwa, dilaporkan ada satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Gempa bumi juga merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui kanal resmi BMKG, seperti akun Instagram atau Twitter @infoBMKG), dan website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190715022402-20-412051/sebanyak-52-gempa-susulan-terjadi-di-halmahera-1-orang-tewas

Created by harrymahar - Updated - Priority: urgent

#393 Pemetaan Kabupaten Terdampak Banjir Sulawesi Tenggara

BNPB: 5.111 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi Kompas.com - 10/06/2019

KENDARI, KOMPAS.com – Bupati Konawe Utara Ruksamin telah menetapkan status tanggap darurat banjir di wilayah itu selama 14 hari, terhitung 2 Juni 2019 hingga 16 Juni 2019. Upaya penanganan darurat yang telah dilakukan antara lain pengoperasian pos komando penanganan darurat banjir yang berada di rumah jabatan bupati, evakuasi dan penyelamatan, penanganan warga terdampak, pendataan serta mengaktifkan jaringan komunikasi untuk penanganan darurat. Data BNPB hingga Senin (10/6/2019) menyebutkan, ada 38 desa, 3 kelurahan dan 6 kecamatan yang terendam banjir bandang.

Tak hanya itu, ada 185 rumah warga hanyut, 1.235 unit rumah terendam banjir dan 5.111 jiwa dari 1.420 kepala keluarga mengungsi akibat banjir di wilayah itu. Kerusakan sektor pertanian mencakup lahan sawah 970,3 hektare, lahan jagung 83,5 hektare dan lainnya 11 hektare, sedangkan sektor perikanan pada tambak seluas 420 hektare.

Kepala pusat data, informasi dan humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kendala yang masih dihadapi petugas di lapangan adalah arus aliran air masih deras sehingga penggunaan sampan mesin tidak dapat menjangkau wilayah terisolir. Selain itu, minimnya peralatan untuk membantu evakuasi dan penyelamatan di lapangan. Saat ini, kata Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara mendata kerusakan fasilitas umum berupa 3 jembatan putus, 5 masjid dan dua puskesmas serta 3 puskesmas pembantu. Sedangkan fasilitas pendidikan yang terendam banjir ada 5 unit SD dan 3 bangunan SMP dan 3 pasar juga mengalami kondisi yang sama. "BPBD melaporkan jembatan penghubung Desa Laronanga ke Desa Puwonua hanyut, jembatan lain di Desa Padalerutama tidak dapat dilalui karena terendam banjir, jembatan putus yang menghubungkan Desa Tanggulari ke Desa Tapuwatu dan jembatan antar-provinsi di Asera," kata Sutopo dalam rilis persnya.

Sutopo melanjutkan, banjir juga melanda Kabupaten Konawe. Banjir ini juga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan 36 jiwa mengungsi dan 240 terdampak. Bupati Konawe telah menetapkan status tanggap darurat terhitung 5 Juni hingga 11 Juni 2019. BPBD Kabupaten Konawe telah melakukan upaya penanganan darurat dan pendataan lapangan. BPBD melaporkan 1 orang meninggal, yaitu bayi berusia 4 hari, pada kejadian ini. "BNPB masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut penyebab kematian bayi tersebut," terang Sutopo.

Ia menambahkan, untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik, pihaknya telah mengirimkan bantuan logistik menggunakan pesawat cargo. BNPB mengirim bantuan langsung ke Kendari seberat 1.086 kg senilai Rp 218 juta. "BNPB juga mengaktivasi klaster logistik sehingga mengirimkan bantuan dari Kemensos dan PMI. Bantuan berupa family fit 200 kg, hygiene kit 200 kg, baby kit 200 kg, selimut 400 lembar, jas hujan 100 lembar, rompi 100 unit dan matras 100 lembar," ujar dia. Untuk distributsi logistik ke titik pengungsi dilakukan dengan bantuan satu helikopter milik BNPB.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB: 5.111 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi", https://regional.kompas.com/read/2019/06/10/20581171/bnpb-5111-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi. Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati Editor : Robertus Belarminus

Created by Adhitya Dido - Updated - Priority: urgent

#391 Pemetaan Infrastruktur Dobo

Created by fchandra - Updated - Priority: low
< 1 2 3 4 .. 28 >

About the Tasking Manager

OSM Tasking Manager is a mapping tool designed and built for the Humanitarian OSM Team collaborative mapping. The purpose of the tool is to divide up a mapping job into smaller tasks that can be completed rapidly. It shows which areas need to be mapped and which areas need the mapping validated.
This approach facilitates the distribution of tasks to the various mappers in a context of emergency. It also permits to control the progress and the homogeinity of the work done (ie. Elements to cover, specific tags to use, etc.).


Questions About Tasks, Mapping or HOT?

If you have any questions about a project, a task or mapping in general please ask on our mailing list: HOT E-Mail List

Or visit us in our IRC Chat Channel, just select #hot from the pop down channel list:
OSM HOT IRC Channel #hot

General inquries and comments are welcomed at: info@hotosm.org