Projects


#394 Pemetaan Respon Bencana - Gempa Bumi Halmahera Selatan, 7.2 SR (14 Juli 2019)

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi 52 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) di kawasan Halmahera Selatan. Sebanyak 28 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

"Berdasarkan hasil pemantauan sampai 15 Juli 2019 pukul 01.00 WIB, aktivitas gempa susulan itu terjadi dengan magnitudo terbesar 5.8 skala richter (SR) dan magnitudo terkecil 3,1 SR," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

Rahmat Triyono dalam keterangan resmi yang diperoleh CNNIndonesia.com, Senin (15/7).

Sebelumnya, Kabupaten Halmahera Selatan diguncang gempa bumi tektonik berkekuatam 7,2 SR pada Minggu (14/7) pukul 16.10 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT, tepatnya berada di kedalaman 10 km, berlokasi di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sorong-Bacan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar.

Guncangan dilaporkan terasa di daerah Obi V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI.

Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut terjadi di Kecamatan Gane Barat Utara, Timur Selatan, Gane Timur Tengah, Gane Dalam, Gane Barat Selatan, Gane Timur, Halmahera Selatan.

Terkait korban jiwa, dilaporkan ada satu orang meninggal dunia di Kelurahan Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan. Gempa bumi juga merobohkan sedikitnya 160 bangunan rumah.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui kanal resmi BMKG, seperti akun Instagram atau Twitter @infoBMKG), dan website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190715022402-20-412051/sebanyak-52-gempa-susulan-terjadi-di-halmahera-1-orang-tewas

Created by harrymahar - Updated - Priority: urgent

#414 Mapathon: Lighting Maluku with Open Field Mapping

Pada tanggal 26 september 2019 pukul 06.46 telah terjadi gempabumi dengan magnitude 6.8 pada kedalaman 10 Km timur Ambon, Maluku. Gempabumi ini menurut data dari BNPB bengakibatkan setidaknya 41 orang meninggal dunia, 303 orang terluka dan 103.301 orang mengungsi. Gempabumi ini juga mengakibatkan 11.311 unit rumah rusak dan 509 unit fasilitas umum dan fasiltas sosial rusak. Hingga sampai saat ini gempabumi susulan masih terus terjadi di wilayah Ambon dan sekitarnya. Menurut berita harian kompas, tercatat hingga tanggal 21 oktober 2019 sudah terjadi 1.516 gempabumi susulan di wilayah Ambon dan sekitarnya. Hingga sampai saat ini gempabumi susulan masih terus terjadi di wilayah Ambon dan sekitarnya. Pada tanggal 12 november kemarin telah terjadi gempabumi susulan lagi dengan magnitude 5.1 di wilayah Ambon dan sekitanya.

Wilayah terdampak gempabumi ini secara administrasi terdiri dari Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Wilayah-wilayah terdampak ini merupakan wilayah kepulauan sehingga agak sulit untuk mengerahkan sumberdaya ke wilayah-wilayah terdampak ini. Untuk merespon gempabumi susulan yang masih terjadi hingga saat ini, Youthmappers regional Indonesia yang saat ini terdiri dari mahasiswa-mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Negeri Semarang mengadakan Mapathon yang bertepatan juga dengan Geoweek Awerness tahun 2019. Kegiatan ini didukung oleh Huamnitarian OpenstreetMap Team Indonesia dan Perkumpulan Openstreetmap Indonesia (POI) sebagai respon terhadap krisis gempabumi susulan yang terus terjadi hingga sampai saat ini di wilayah Ambon dan sekitarnya. Fokus pemetaan pada kegiatan ini adalah pemetaan terhadap obyek sebaran lapangan atau tanah lapang yang bisa digunakan untuk keperluan rekomendasi lokasi pengungsian, lokasi pendaratan helikopter, lokasi droping logistic, lokasi rumah sakit terbuka, dan lain-lain. Pemetaan sebaran obyek lapangan terbuka atau tanah lapang di wilayah-wilayah ini akan akan sangat diperlukan karena dapat digunakan untuk keperluan operasi darurat bencana. Hingga sampai saat ini di Indonesia ketersediaan data sebaran lapangan atau tanah lapang masih sangat jarang tersedia padahal obyek ini bisa dijadikan sebagai data sumberdaya bencana ketika terjadi situasi darurat bencana. Oleh karena itu mahasiswa-mahasiswa yang terkumpul dalam jaringan Youthmappers regional Indonesia berkomitmen untuk memetakan obyek lapangan terbuka atau tanah lapang. Harapan nya adalah data ini dapat dijadikan sebagai data sumberdaya bencana dan dapat digunakan untuk keperluan operasi darurat bencana. Kami mengajak seluruh volunteer yang sudah memiliki akun OSM, dan yang sudah mahir menggunakan JOSM turut ikut serta berparisipasi dan bergabung dalam kegiatan ini. Mari terangi Maluku dengan memetakan lapangan atau tanah lapang beserta obyek terpapar lainnya.

Created by Tri Selasa - Updated - Priority: medium

#113 Untitled project

Created by Kemala Trajuningsari - Updated - Priority: low

#218 Surakarta

  • Author: HOT
Created by Adityo - Updated - Priority: low

#398 Pemetaan Kesiapsiagaan Gempa - Kelurahan Taman Baru, Banyuwangi

Pemetaan ini merupakan bagian penting dalam melakukan kajian yang ada di desa program PMI atas dukungan Palang Merah Amerika (AMRC). Proyek Kesiapsiagaan Gempa Indonesia ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan dan kerugian yang dapat dicegah akibat gempa bumi terkait kurangnya kapasitas kesiapsiagaan gempa di tingkat kota. Proyek ini akan fokus pada pengurangan faktor risiko yang mendasarinya - terutama pembangunan rumah di bawah standar di lingkungan perkotaan tertentu di daerah rawan gempa. Untuk dapat melakukan analisa lebih lanjut dibutuhkan data terkait JALAN (ukuran jalan, luas jalan, nama jalan jika ada), BANGUNAN (rumah tinggal, kantor, embung dsb), ASET MASYARAKAT / PERUSAHAAN / BERSAMA / PEMERINTAH (perkebunan, persawahan, pegunungan, dsb), dan Sungai .

Created by Dedijunadi - Updated - Priority: medium

#210 Prioritas RPJMN Kota Yogyakarta, Provinsi DIY

Created by Adityo - Updated - Priority: low

#360 PEMETAAN INFRASTRUKTUR TERDAMPAK GEMPA DI KABUPATEN SUMENEP

Pada tanggal 11 Oktober 2018, Pukul 01:44:57 WIB telah terjadi gempa di 7.42 LS, 114.47 BT (61 KM arah Timur Laut Situbondo, Provinsi Jawa Timur) pada kedalaman 10 Km, Mag 6.4 SR.

Pengumpulan data di sekitar wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sumenep ini meliputi bangunan dan jalan yang nantinya akan digunakan untuk tindakan lebih lanjut seperti analisis perkiraan bangunan dan infrastruktur yang terdampak ataupun aktifitas penanganan bencana lainnya di sekitar wilayah tersebut oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun masyarakat sekitar.

Created by yunita sari - Updated - Priority: low

#180 [LPBI NU] Penyusunan Kajian Risiko Bencana Program SLOGAN-STEADY Kabupaten Barru

HOT ID bekerja sama dengan LPBI NU mengadakan pelaithan penyusunan dokumen kajian risiko bencana untuk program SLOGAN-STEADY di Kabupaten Barru

Created by Adityo - Updated - Priority: low

#119

Created by yokrist - Updated - Priority: low

#27 Prioritas RPJMN Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah

Pemetaan 146 kabupaten/kota prioritas RPJMN tahun 2015 -2019

Created by Kemala Trajuningsari - Updated - Priority: medium
< 1 2 3 4 5 .. 28 >

About the Tasking Manager

OSM Tasking Manager is a mapping tool designed and built for the Humanitarian OSM Team collaborative mapping. The purpose of the tool is to divide up a mapping job into smaller tasks that can be completed rapidly. It shows which areas need to be mapped and which areas need the mapping validated.
This approach facilitates the distribution of tasks to the various mappers in a context of emergency. It also permits to control the progress and the homogeinity of the work done (ie. Elements to cover, specific tags to use, etc.).


Questions About Tasks, Mapping or HOT?

If you have any questions about a project, a task or mapping in general please ask on our mailing list: HOT E-Mail List

Or visit us in our IRC Chat Channel, just select #hot from the pop down channel list:
OSM HOT IRC Channel #hot

General inquries and comments are welcomed at: info@hotosm.org