#181 - [LPBI NU] Penyusunan Kajian Risiko Bencana Program SLOGAN-STEADY Kabupaten Wajo

adhyayu marked #254 as done

adam riadi marked #260 as done

adam riadi marked #235 as done

adam riadi marked #192 as done

adam riadi marked #505 as done

adam riadi marked #506 as done

adam riadi marked #497 as done

adam riadi marked #498 as done

wahyuddin wahab validated #342

adam riadi marked #504 as done

adam riadi marked #189 as done

adhyayu marked #494 as done

adam riadi marked #169 as done

adam riadi marked #149 as done

adam riadi marked #150 as done

adhyayu marked #222 as done

andi indra16 marked #479 as done

adam riadi marked #151 as done

andi indra16 marked #484 as done

wahyuddin wahab marked #54 as done

Bencana yang terjadi berulang di negeri ini mengindikasikan bahwa Indonesia adalah kawasan yang rawan bencana. Kerawanan ini disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya letak geografis Indonesia yang berada di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik sehingga berpotensi terhadap ancaman gempa dan tsunami, serta adanya “ring of fire” dengan deretan gunung berapi yang masih aktif, mulai dari ujung utara Sumatra, Jawa, Sulawesi, NTT, NTB, sampai wilayah Papua. Di samping itu adanya perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global turut berpengaruh terhadap tingginya intensitas dan frekuensi kejadian bencana hidrometeorologis seperti banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan-lahan dan angin puting beliung.

Kompleksitas dari permasalahan bencana tersebut memerlukan upaya yang sistematis dan terencana, sehingga penanganannya dapat dilaksanakan secara terarah dan terpadu. Upaya penanggulangan bencana yang dilakukan selama ini belum sepenuhnya didasarkan pada langkah-langkah yang sistematis dan terencana, sehingga seringkali terjadi tumpang tindih dan bahkan terdapat langkah upaya yang penting justru tidak tertangani.

Untuk menyusun rencana dan aksi penanggulangan bencana yang sistematis, terarah dan terpadu, diperlukan dasar yang kuat untuk pemaduan dan penyelarasan arah penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu kawasan. Di sinilah letak penting adanya kajian risiko bencana sebagai perangkat untuk menilai kemungkinan dan besaran dampak (korban dan kerugian) dari ancaman bencana yang ada. Dengan mengetahui kemungkinan dan besaran korban dan kerugian, fokus perencanaan dan keterpaduan penyelenggaraan penanggulangan bencana menjadi lebih efektif. Dapat dikatakan kajian risiko bencana merupakan dasar untuk menjamin keselarasan arah dan efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana pada suatu daerah.

Untuk mendukung penyusunan kajian risiko bencana, maka perlu adanya Pelatihan Kajian Risiko Bencana. Kegiatan ini merupakan rangkaian proses dalam penyusunan dokumen Kajian Risiko Bencana di kabupaten.

  Instructions

Entities to Map
jalan, bangunan umum
Changeset Comment
#lpbiwajo #mapathonlpbisulsel #usernameOSM

Bagaimana caranya berkontribusi?

  1. Pilih satu kotak

  2. Jika tidak ada yang bisa dipetakan, pilih mark task as done

  3. Jika Anda melihat bangunan, landuse, dan jalan yang belum dipetakan, silahkan petakan

  4. Upload, jangan lupa untuk berikan komentar #mapathonlpbisulsel dan # pada changeset, dan ketikkan "Bing" di kolom sumber, kembali ke website tasking manager, mark task as done

  5. Jika belum selesai, klik unlock task

  6. Pilih kotak lainnya dan ulang dari tahap nomor 2

Tag yang paling sering digunakan:

Area Permukiman:

  1. buildings=yes untuk setiap bangunan

Jaringan Jalan

  1. highway=unclassified untuk jalan yang menghubungkan desa-desa kecil

Waterways

  1. waterway=river untuk sungai

Silahkan kunjungi halaman Wiki OpenStreetMap untuk melihat lebih banyak jenis tag

  Start contributing

Contributors Done Assigned